Priyanto, Yohanes Erwin (2012) TA : Pembuatan Film Pendek Skizofrenia Bergenre Drama Sosial Dengan Teknik Split Screen Berjudul "Not Me". Undergraduate thesis, STIKOM Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf - Accepted Version

Download (263kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf - Accepted Version

Download (220kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf - Accepted Version

Download (222kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf - Accepted Version

Download (246kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf - Accepted Version

Download (665kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf - Accepted Version

Download (511kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf - Accepted Version

Download (222kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf - Accepted Version

Download (224kB) | Preview

Abstract

Perilaku abnormal adalah salah satu cabang psikologi yang menyelidiki segala bentuk gangguan mental dan abnormalitas jiwa. Salah satunya adalah skizofrenia yang memiliki arti gangguan jiwa dan bagi masyarakat awam dapat menyebutnya dengan istilah gila. Terjadinya perilaku abnormal karena adanya pergeseran nilai yang berlaku di masyarakat. Rumah Sakit Jiwa Bandung (RSJB) mencatat rata-rata peningkatan jumlah pasien mencapai 1.000 pasien per tahun. Pada tahun 2002, jumlah pasien di RSJB 12 ribu orang, 2003 sebanyak 13 ribu, 2004 sebanyak 14 ribu, dan tahun 2005 sebanyak 15 ribu pasien. Persentase penderita skizofrenia adalah modus penyakit terjadi pada usia 30-35 tahun dan penyakit ini dapat menyerang usia 20 tahun dengan persentase 10%, pada usia 20-40 tahun sekitar 65%, dan pada usia diatas 40 tahun sekitar 25%. Sebagai sumber informasi kepada masyarakat maka penyakit skizofrenia ini akan dikemas dalam film pendek. Film pendek merupakan film yang durasinya pendek, tetapi dengan durasi yang pendek tersebut para pembuat film dapat lebih selektif mengungkapkan materi yang ditampilkan melalui setiap shoot akan memiliki makna yang cukup besar untuk ditafsirkan oleh penontonnnya. Perkembangan di dunia industri perfilman sekarang ini tidak hanya di produksi melalui rumah-rumah produksi saja. Melainkan banyak pula karya-karya film yang dihasilkan oleh sineas-sineas muda yang dapat menghasilkan sebuah karya yang berupa moving picture secara independent. Dalam pembuatan film dapat menggunakan beberapa teknik yang menjadi fokus daya tarik audien kepada film yang ditontonnya. Salah satu teknik dalam membuat film adalah menggunakan teknik split screen. Teknik split screen memiliki ciri khas membagi layar monitor dengan menggabungkan beberapa adegan. Di setiap adegan akan terdapat makna yang dibagi dalam setiap potongan-potongan gambar yang terdapat dalam satu layar tersebut. Dengan menggunakan teknik split screen akan mendukung makna pencitraan tokoh atau aktor skizofrenia yang memiliki banyak kepribadian. Di setiap potongan gambar akan memiliki makna kepribadian yang dijalankan oleh tokoh atau aktor yang mengalami skizofrenia.


Statistics for Stikom-IR 378
Statistics for this Stikom-IR item
Social Share:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Yohanes Erwin Priyanto (08510160034)
Contributors:
ContributionNameEmail
EditorBahruddin, Muh.bahruddin@stikom.edu
UNSPECIFIEDDewanto, Thomas Hanandrythomas@stikom.edu
Uncontrolled Keywords: Skizofrenia, Film Pendek, Split Screen
Subjects: 700 - Arts & recreation > 790 Sports, games & entertainment
Divisions: Fakultas Teknologi dan Informatika > DIV Komputer Multimedia
Depositing User: Lidya Rosiana
Date Deposited: 07 Jul 2014 08:26
Last Modified: 07 Jul 2014 08:26
URI: http://sir.stikom.edu/id/eprint/378

Actions (login required)

View Item View Item